Ia mencontohkan peran petugas Pemadam Kebakaran yang tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai situasi darurat lainnya, termasuk mengevakuasi hewan berbahaya yang mengancam keselamatan warga.
“Saya sangat mengapresiasi dan menghargai mereka yang bekerja 24 jam tanpa pamrih dan tanpa mengenal waktu. Tepuk tangan untuk Damkar,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti peran BPBD yang selalu sigap ketika terjadi bencana, terutama pada musim hujan. Menurutnya, kehadiran petugas BPBD di lapangan sering kali menjadi penenang bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Ketika ada laporan banjir dan saya bertanya apakah sudah ada petugas, lalu dijawab BPBD sudah di lokasi, saya langsung merasa tenang. Di mana pun BPBD selalu cepat hadir,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi dedikasi para petugas kebersihan yang tetap bekerja di tengah terik matahari meski sedang menjalankan ibadah puasa.
“Saya sering melihat petugas kebersihan bekerja di bawah terik matahari yang sangat panas, tetapi mereka tetap menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para petugas lapangan merupakan “pahlawan di balik layar” yang perannya sangat besar dalam menjaga wajah pelayanan publik di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, meskipun pekerjaan tersebut sering dianggap sepele atau kurang terlihat, kontribusi mereka sangat besar bagi keamanan, kenyamanan, serta kebersihan daerah.
Bupati juga mengajak seluruh petugas untuk tetap menjaga semangat pengabdian dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun dengan berbagai keterbatasan.
“Jadikan pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai ladang pengabdian dan amal yang insyaallah akan menjadi ibadah,” pesannya.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh peserta yang hadir serta berharap kebersamaan antara pemerintah daerah dan para petugas pelayanan publik dapat terus terjalin dengan baik.(Heryanto)


















