“Banyak sekolah yang cukup lama mengalami kekosongan kepala sekolah. Setelah menyesuaikan dengan aturan baru, hari ini semuanya kita laksanakan. Ada sekitar 100 lebih dari TK, SD hingga SMP,” ujar Dian.
Menurutnya, para kepala sekolah yang baru dilantik akan menghadapi tantangan besar dalam dunia pendidikan yang terus berkembang. Ia menekankan pentingnya penguatan karakter siswa, percepatan pembelajaran digital serta menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan menyenangkan.
“Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari penguatan karakter, akselerasi program pembelajaran digital, sampai bagaimana menciptakan sekolah yang menjadi rumah kedua bagi murid-muridnya. Itu PR besar yang harus diselesaikan para kepala sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kuningan Beni Prihayatno meminta para kepala sekolah yang baru menerima SK agar segera menindaklanjuti penugasan dan mampu bertransformasi dari seorang guru profesional menjadi pemimpin pendidikan yang memiliki kemampuan manajerial.
“Ini adalah tanggung jawab besar. Dari yang tadinya guru profesional sekarang menjadi kepala sekolah. Kepala sekolah itu tugasnya manajerial, jadi harus mampu mengelola sekolah agar lebih maju untuk pendidikan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Elon Carlan menyebut pengisian jabatan kepala sekolah menjadi solusi penting agar pengelolaan sekolah berjalan optimal dan tidak lagi dipimpin pelaksana tugas (Plt).
“Sekarang sudah dipastikan ada kepala sekolah definitif. Kekosongan sudah mulai terisi sehingga pengelolaan sekolah harus semakin baik. Penandatanganan ijazah pun nantinya bukan lagi oleh Plt,” katanya.
Elon juga mengungkapkan bahwa untuk beberapa SMP besar di Kabupaten Kuningan, pengisian kepala sekolah definitif masih akan dilakukan pada putaran berikutnya.
Dengan penyerahan SK tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap kualitas tata kelola pendidikan semakin meningkat serta mampu melahirkan sekolah-sekolah unggulan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap kuat dalam membangun karakter peserta didik.(Heryanto)


















