Ia menegaskan bahwa rotasi dan penugasan jabatan bukanlah sekadar seremonial administratif, melainkan sebuah amanah besar untuk membuktikan integritas, kapasitas kepemimpinan, serta komitmen dalam memajukan dunia pendidikan.
“Persoalan pendidikan bukan hanya soal nilai akademik semata, tetapi juga menyangkut integritas, disiplin, dan keteladanan. Kepala sekolah harus mampu menjadi contoh nyata dalam kepemimpinan,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti pentingnya desakralisasi mutasi jabatan, yang dimaknai sebagai bentuk keteladanan, penyemangat, serta pendorong kemajuan organisasi pendidikan agar terus bergerak dinamis dan adaptif.
Dalam visi pendidikan Kabupaten Kuningan, Bupati menekankan penerapan nilai-nilai Pancawaluhya melalui pendekatan kearifan lokal sebagai landasan penguatan pendidikan karakter di seluruh sekolah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal peningkatan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Kuningan, sekaligus memperkuat peran kepala sekolah sebagai pemimpin perubahan di lingkungan pendidikan. (Heryanto)


















