Sementara itu, Ketua Komisi PDKB Tegangan Menengah PLN Pusat Heru Rianto menyebut kegiatan tersebut melibatkan 343 pekerjaan dengan estimasi energi yang dapat diselamatkan mencapai 1.222.055 kWh atau sekitar Rp1 miliar.

Menurut Heru, nilai ekonomi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan PDKB. Keandalan sistem, kontinuitas pasokan, kepatuhan terhadap prosedur, transfer kompetensi, dan keselamatan personel menjadi bagian penting yang harus dijaga.

Kegiatan tersebut juga direncanakan diajukan dalam pencatatan Rekor MURI atas pelaksanaan PDKB TM metode sentuh langsung oleh 30 tim dan 222 personel secara serentak di satu lokasi dalam satu hari.
Di sisi lain, Manajer K3LK PLN Jamaluddin kembali menekankan penerapan safety first. Seluruh personel diminta memahami potensi bahaya, menggunakan APD, memastikan kelayakan peralatan, melakukan briefing sebelum pekerjaan, serta menerapkan Stop Work Authority ketika menemukan kondisi tidak aman.
“Berangkat dengan selamat, bekerja dengan selamat dan pulang dengan selamat, karena keluarga menunggu di rumah,” pesannya.
Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani yang membacakan sambutan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar turut mengapresiasi kolaborasi PLN dalam menjaga keandalan listrik di wilayah Kuningan.
Pemkab Kuningan berharap sinergi PLN dengan pemerintah daerah terus diperkuat, terutama dalam memastikan akses dan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat.
“Keandalan adalah tanggung jawab kita, kolaborasi adalah kekuatan kita, dan keselamatan adalah prioritas kita,” pungkas Joharifin.(Heryanto)

















