“Kegiatan ini dilaksanakan tanpa APBD. Ini bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, meskipun dengan keterbatasan anggaran,” tegasnya.
Heri menambahkan, Desa Gunung Aci menjadi titik terakhir yang berhasil dituntaskan dalam kategori blankspot di Kabupaten Kuningan. Dengan demikian, seluruh desa di Kuningan kini telah keluar dari status tanpa sinyal seluler.
Meski demikian, pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai. Diskominfo kini mulai mengalihkan fokus pada sekitar 15 desa yang masih masuk kategori sinyal lemah, yakni wilayah yang sudah terlayani jaringan namun kualitasnya belum stabil.
“Ke depan, perhatian kami adalah memperkuat kualitas sinyal di desa-desa yang masih lemah, karena sangat berpengaruh terhadap pelayanan publik, pendidikan, dan aktivitas masyarakat,” tambahnya.
Selain menghadirkan konektivitas, kehadiran jaringan juga diarahkan untuk mendorong transformasi digital di tingkat desa. Dalam kegiatan monitoring tersebut, tim jaringan dan marketing Telkomsel turut meninjau potensi pengembangan program berbasis desa digital.
Melalui program Telkomsel Digital Village, desa didorong untuk meningkatkan kapasitas digital masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Dalam skema ini, BUMDes diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam distribusi produk dan layanan telekomunikasi.
Pemkab Kuningan optimistis, tuntasnya blankspot akan menjadi fondasi penting bagi percepatan transformasi digital yang lebih merata dan inklusif hingga ke pelosok desa.(HER/IKP)


















