ELTV SATU ||| Majalengka – Sejumlah tokoh dan warga Desa Maja Utara, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, mendatangi Balai Desa pada Senin (24/11/2025) untuk meminta penjelasan terkait penebangan pohon besar yang selama ini menjadi ikon desa di area sekitar lapangan sepak bola.

Warga menilai penebangan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan tokoh masyarakat maupun unsur kelembagaan desa. Selain dianggap merusak estetika lingkungan, mereka juga mempertanyakan transparansi pengelolaan hasil penjualan kayu yang dinilai belum jelas peruntukannya.
Tokoh masyarakat H. Nurulhuda menyayangkan minimnya komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat sebelum keputusan penebangan diambil.
“Pemdes tidak pernah mengajak dialog atau memberi tahu akan adanya penebangan pohon tersebut,” ujarnya.
Selain polemik penebangan, warga juga menyoroti persoalan internal pemerintahan desa, terutama terkait Bendahara Desa yang diduga membawa kabur dana desa dan telah tidak hadir di kantor lebih dari satu bulan. Warga menilai Kepala Desa Maja Utara kurang tegas dalam menangani permasalahan tersebut.


















