Scroll ke bawah
banner 325x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
NasionalNews

Editorial Redaksi: Ketika Oknum Aparatur Desa Kehilangan Etika Publik

75
×

Editorial Redaksi: Ketika Oknum Aparatur Desa Kehilangan Etika Publik

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa
Example 728x250

ELTV SATU ||| JAKARTA – Jawa Barat kembali diguncang insiden arogansi aparatur desa terhadap insan pers. Sebuah video dan rekaman suara yang beredar luas di berbagai grup WhatsApp wartawan memicu gelombang kemarahan. Dalam rekaman yang terjadi di GOR salah satu desa di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, terdengar jelas seorang oknum aparatur desa mengeluarkan ancaman dan intimidasi dengan nada menantang.

Pernyataan provokatif seperti “Wartawan jeng aing, tanggung jawab aing!” hingga “Aing moal mundur ku wartawan!” menunjukkan bukan hanya luapan emosi sesaat, tetapi sikap yang merendahkan profesi jurnalis. Lebih jauh, ucapan tersebut dapat ditafsirkan sebagai bentuk penghalangan terhadap kerja pers, yang jelas-jelas dilindungi oleh undang-undang.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Ironisnya, dari informasi yang beredar di lapangan, oknum tersebut disebut-sebut pernah memiliki latar belakang sebagai bagian dari lingkungan media. Jika benar demikian, tindakan itu semakin menunjukkan betapa jauhnya yang bersangkutan telah melenceng dari nilai-nilai dasar etika jurnalistik yang seharusnya dipahami.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Lemahsugih Dukung Acara Lebaran Anak Yatim dan Difabel  

Pada akhirnya, insiden ini berujung pada permintaan maaf dari yang bersangkutan. Sebuah langkah yang patut, namun tetap menjadi catatan keras bahwa jabatan publik bukan panggung untuk mempertontonkan ego dan arogansi. Aparatur desa, siapa pun mereka, memegang amanah untuk memberikan teladan—bukan intimidasi.

Redaksi menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah desa dan insan pers harus dibangun atas dasar keterbukaan, transparansi, dan saling menghormati. Kritik adalah bagian dari demokrasi. Ancaman dan provokasi hanya mencerminkan ketidakmatangan serta ketidakpahaman terhadap tugas pemerintahan.

Baca Juga :  Bupati Majalengka : Bekas Galian Tambang Memakan Korban, Semua Galian Harus Segera Direklamasi!

Insiden ini menjadi pengingat bahwa integritas pejabat publik diuji bukan ketika mereka dipuji, tetapi ketika mereka dikritik. Dan dalam ujian itu, masih ada aparatur yang gagal menjaga marwah jabatan yang diembannya.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin