Scroll ke bawah
banner 325x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal, Kolam Pancuran 13 dan Infrastruktur Rusak

119
×

Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal, Kolam Pancuran 13 dan Infrastruktur Rusak

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU ||| TEGAL JATENG — Kawasan wisata pemandian air panas Guci di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, dilanda banjir bandang pada Sabtu (20/12/2025) sore setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur lereng Gunung Slamet sejak pagi hingga sore hari. Peristiwa ini menyebabkan sejumlah fasilitas wisata rusak berat dan memaksa penutupan sementara area wisata Pancuran 13 — salah satu ikon utama destinasi tersebut.

Banjir bandang terjadi ketika luapan aliran Sungai Gung tiba-tiba meningkat sekitar pukul 15.00 WIB, menyusul hujan lebat yang berlangsung sepanjang siang. Debit air yang naik drastis membawa material lumpur, pasir, bebatuan, bahkan ribuan pipa air panas yang biasa digunakan untuk fasilitas hotel dan vila di sekitar kawasan wisata.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Warga setempat yang berada di lokasi menyatakan bahwa sebelum banjir terjadi, sungai menunjukkan tanda-tanda kuat bahwa debit air meningkat. Namun, banyak pengunjung yang tak sempat mengantisipasi arus deras saat air bah datang tiba-tiba.

Baca Juga :  88 Tenaga Kesehatan Dan Fungsional Umum Puskesmas Terima SK BLUD

Dampak paling signifikan terjadi di Pancuran 13, kolam pemandian air panas yang menjadi daya tarik utama Wisata Guci. Kolam tersebut dilaporkan hilang tersapu arus, terganti hamparan pasir dan bebatuan di lokasi. Selain itu, jembatan kecil penyeberangan pengunjung hanyut terbawa arus, sementara jaringan pipa air panas dan instalasi air bersih di kawasan juga ikut rusak dan terseret banjir. Sejumlah kolam lain seperti Pancuran 5 juga dilaporkan tertutup material banjir, sehingga belum bisa difungsikan kembali dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Dalam Memperingati HUT Ke 51 PDIP Vindy Faradilah Gelar Acara Baksos

Saat kejadian, suasana di kawasan wisata berubah menjadi panik. Banyak pengunjung berlarian untuk mencari tempat aman ketika arus banjir mulai menghantam area wisata. Petugas dan pengelola segera melakukan evakuasi pengunjung ke lokasi yang lebih tinggi dan aman. Hingga laporan ini dibuat, tidak ada korban jiwa maupun korban luka serius yang dilaporkan dalam peristiwa banjir bandang tersebut. Semua pengunjung yang berada di area Pancuran 13 telah dievakuasi sebelumnya oleh pengelola dan tim BPBD setempat.

Area Pancuran 13 dan beberapa titik di kawasan wisata ditutup sementara untuk keselamatan pengunjung hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman. Air di lokasi juga telah mulai surut saat sore menjelang malam, meski hujan ringan masih sempat turun. Pihak kepolisian setempat telah memasang garis pembatas dan mengimbau masyarakat serta wisatawan menjauhi kawasan terdampak sambil menunggu proses pembersihan dan penilaian kerusakan selesai.

Baca Juga :  ASN Pemkab Kuningan Gembira Karena TPP Akan Dibayar

Selain kolam Pancuran 13 yang hilang, sejumlah pipa air panas hotel, vila, dan fasilitas akomodasi lain ikut terseret arus banjir sehingga mengganggu distribusi air panas di beberapa bangunan di sekitar kawasan wisata. Kerusakan pipa ini diperkirakan akan membutuhkan waktu dan biaya signifikan untuk diperbaiki.

Peristiwa banjir bandang di Guci ini menjadi peringatan bagi pengelola dan pengunjung akan risiko cuaca ekstrem di kawasan pegunungan, terutama saat musim hujan. Meski tak menelan korban jiwa, kerusakan fasilitas wisata diperkirakan berdampak pada kunjungan wisatawan dalam beberapa waktu mendatang. (***)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin