ELTV SATU ||| KUNINGAN — Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan pentingnya penguatan situs sejarah Linggarjati, pelestarian jejak pejuang bangsa, serta pembangunan ruang ekspresi budaya di Kabupaten Kuningan.

Dalam kunjungannya ke Kuningan,pada Hari Jumat (3-4-2026) Fadli menyebut daerah ini memiliki posisi penting dalam sejarah nasional, baik sebagai tempat pengasingan pejuang maupun sebagai salah satu titik penting diplomasi awal Republik Indonesia.
Salah satu agenda kunjungan tersebut adalah ziarah ke makam Jacob Ponto, tokoh asal Sulawesi Utara yang diasingkan Belanda ke Kuningan. Menurut Fadli, perawatan makam pejuang seperti Jacob Ponto merupakan bagian dari upaya menjaga ingatan sejarah bangsa.
“Beliau adalah salah satu pejuang yang dibuang oleh Belanda untuk memutus perlawanan dari rakyat dan wilayah asalnya. Jejak seperti ini harus dijaga sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa,” ujar Fadli.
Ia menjelaskan, Jacob Ponto yang menurut riwayat keluarganya merupakan Raja Kerajaan Siau, dibuang ke Kuningan pada 1889 dan wafat pada 1890 di wilayah Sangkapurwa.
Selain itu, Fadli juga menyoroti pentingnya Gedung dan Rumah Sejarah Perundingan Linggarjati sebagai situs bersejarah yang harus diperkuat status dan fungsinya.
Menurutnya, Perundingan Linggarjati 10–15 November 1946 merupakan tonggak penting perjuangan Indonesia melalui jalur diplomasi.
“Linggarjati bukan sekadar bangunan tua, tetapi saksi sejarah ketika Indonesia memperjuangkan martabat dan pengakuan kedaulatannya di mata dunia,” katanya.


















