ELTV SATU ||| KUNINGAN — Peresmian kantor sekretariat KSPSI Kabupaten Kuningan pada Hari Kamis (9-4-2026) menjadi momentum penting penguatan posisi buruh di tengah arah baru pembangunan ekonomi daerah yang mulai bergerak menuju kawasan industri.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan, pertumbuhan industri harus dibangun di atas hubungan industrial yang sehat, perlindungan tenaga kerja, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, kemajuan ekonomi tidak akan kokoh tanpa organisasi pekerja yang kuat dan solid.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa pembangunan ekonomi hanya akan berhasil jika buruh, pengusaha, dan pemerintah berjalan dalam satu irama. Ia menilai ketiganya merupakan pilar utama yang tidak bisa dipisahkan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dian mengungkapkan bahwa Pemkab Kuningan telah menyiapkan sekitar 1.300 hektare lahan di wilayah Kuningan Timur untuk pengembangan kawasan industri baru. Kawasan itu diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru karena memiliki posisi strategis dengan akses ke arah Ciledug.
Ia menyebut, saat ini sudah ada tiga perusahaan yang mulai berproses dalam pembebasan lahan dengan potensi investasi mencapai sekitar Rp4,5 triliun. Kehadiran investasi itu diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan memperkuat struktur ekonomi daerah.


















