“Jangan hanya mengandalkan partisipasi masyarakat. Pengelola harus bertanggung jawab penuh karena wisata ini harus tetap menarik bagi wisatawan. Orang datang ke Waduk Darma untuk menikmati panorama alamnya,” katanya.
Selain menjaga estetika kawasan wisata, ia menilai pembentukan tim pembersihan juga dapat memberikan manfaat ekonomi dengan melibatkan warga sekitar sebagai tenaga kerja.
“Kalau dikelola dengan baik, kegiatan pembersihan ini sekaligus bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Jadi manfaatnya bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya.
Harnida berharap PT Jaswita segera mengambil langkah nyata agar persoalan eceng gondok tidak terus berulang dan tidak mengurangi daya tarik salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Kuningan tersebut.
Kritik DPRD Komisi I DPRD menilai penanganan eceng gondok di Waduk Darma selama ini masih bersifat reaktif, yakni baru dilakukan ketika pertumbuhannya sudah sangat banyak. Pola seperti ini dinilai tidak mencerminkan pengelolaan kawasan wisata yang profesional.
Saran DPRD DPRD mendorong PT Jaswita untuk segera:
Membentuk tim khusus penanganan eceng gondok.
Melakukan pembersihan secara rutin setiap hari.
Menyediakan anggaran khusus untuk pemeliharaan kawasan perairan.
Melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja dalam kegiatan pembersihan sehingga memberikan dampak ekonomi sekaligus menjaga kelestarian Waduk Darma.(Heryanto)


















