Ia menuturkan, dirinya telah berada di kampung halaman sejak 17 Maret 2026. Momen Lebaran dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga sebelum kembali ke perantauan.
Dalam perjalanan menuju Bekasi, ia memperkirakan akan beberapa kali berhenti untuk beristirahat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan bahan bakar kendaraan.
“Kalau istirahat tidak pasti, tergantung bensin. Paling sekitar empat kali berhenti sampai sana,” ucapnya.
Ia juga menyebut perjalanan tersebut ditempuh bersama rekannya.
Meningkatnya mobilitas pemudik pada masa arus balik ini menjadi gambaran berakhirnya masa libur Lebaran di berbagai daerah.
Dalam beberapa hari ke depan, volume kendaraan diperkirakan terus bertambah seiring masyarakat kembali ke kota untuk bekerja dan beraktivitas seperti biasa.(Heryanto)












