ELTV SATU ||| MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bidang Bina Marga tengah melaksanakan kegiatan pemeliharaan Jalan Heuleut–Weragati yang berlokasi di wilayah Kecamatan Palasah dan Kecamatan Leuwimunding. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyelenggaraan jalan kabupaten/kota dengan sumber dana DAU Perubahan Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan papan informasi proyek segmen pekerjaan tersebut adalah: Penyelenggaraan jalan kabupaten/kota. Paket : CXVIII (SERATUS DELAPAN BELAS). Dengan Nomor SPK : 000.3.2/118/SPK/DAU/BM/PUTR/2025. Jenis Pekerjaan: Pemeliharaan Jalan Heuleut – Weragati. Lokasi : Kecamatan Leuwimunding. Dengan Biaya Anggaran: Rp. 398.273.900, Sumber Dana: Dana Alokasi Umum (DAU) T.A 2025. Dengan ketentuan waktu pelaksanaan: 90 Hari Kalender, Pelaksana Kegiatan : CV. SAMPURNA KARYA RAYA. Yang beralamat di jalan : LINGKUNGAN MUKTI ASIH RT. 015 RW. 008, KELURAHAN SINDANGKASIH, KECAMATAN MAJALENGKA, KABUPATEN MAJALENGKA JAWA BARAT
Seiring berjalannya pekerjaan, ELTV Satu Biro Kabupaten Majalengka menerima informasi dari warga terkait dugaan adanya segmen pekerjaan yang secara kasat mata dinilai tidak sesuai spesifikasi serta munculnya dugaan kerusakan dini di beberapa titik.
Menindaklanjuti informasi tersebut, ELTV Satu melakukan kontrol sosial langsung ke lapangan sebagai bagian dari tugas jurnalistik, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta berpedoman pada UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dari hasil pemantauan di lapangan, temuan media menunjukkan adanya beberapa spot dugaan kerusakan yang tersebar mulai dari Desa Heuleut Kecamatan Leuwimunding, Desa Tanjungsari Kecamatan Leuwimunding, hingga Desa Patuanan Kecamatan Leuwimunding.
Sementara itu, berdasarkan keterangan sejumlah warga, pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut dimulai dari arah Desa Patuanan pada Kamis pagi, 25 Desember 2025, dan berakhir di titik Desa Heuleut Kecamatan Leuwimunding. Warga menyebutkan bahwa selama pelaksanaan pekerjaan, alat yang digunakan hanya satu unit alat stoom.
“Setahu kami, pekerjaan itu dimulai Kamis pagi dengan menggunakan satu alat stoom. Awalnya titik start pengerjaan dimulai dari Desa Patuanan mengarah ke Desa Heuleut. Saya sebenarnya ingin ikut berbicara juga, karena pada saat penambalan pengerasan terlihat bolong-bolong dan terkesan asal-asalan,” ujar salah seorang warga kepada ELTV Satu, Sabtu (27/12/2025).


















