Untuk menyeimbangkan pemberitaan dan meluruskan informasi yang berkembang, ELTV Satu mengajukan permohonan klarifikasi kepada Ono, selaku pengawas pekerjaan di lokasi proyek. Dalam keterangannya, Ono menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukannya, dirinya tidak menemukan adanya kerusakan signifikan di lapangan.

“Berdasarkan hasil pengecekan tadi pagi, saya ke lapangan tidak ditemukan adanya kerusakan pada pekerjaan tersebut. Ataupun kalau ada kerusakan, faktor penyebabnya dikarenakan beban lalu-lintas yang cukup padat,” ujar Ono.
Terkait metode pelaksanaan pekerjaan, Ono menjelaskan bahwa proses pengaspalan telah dilaksanakan sesuai ketentuan teknis yang berlaku. “Pekerjaan pengaspalan menggunakan alat finisher dan telah sesuai dengan SOP Dinas PUTR. Untuk ketebalan lapisan aspal mengacu pada RAB, yaitu 3 sentimeter,” jelasnya. Sabtu 27 Desember 2025
Menanggapi dugaan aspal yang mudah terkelupas pada segmen tertentu, Ono menyebutkan bahwa faktor lingkungan dan kondisi lalu lintas menjadi penyebab utama. “Jika ditemukan aspal yang mengelupas, faktor penyebabnya adalah padatnya arus lalu lintas, serta curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga air masuk ke dalam pori-pori aspal,” katanya.
Lebih lanjut, Ono menegaskan bahwa secara SOP pengerasan jalan telah disesuaikan dengan RAB. “Material yang digunakan adalah lapen, terdiri dari batu pecah ukuran 3/5, 2/3, 1/2, serta abu batu sebagai lapisan penutup,” pungkasnya.
ELTV Satu akan terus memantau perkembangan pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut serta membuka ruang klarifikasi lanjutan dari pihak terkait guna memastikan transparansi dan tersampaikannya informasi yang akurat dan berimbang kepada publik.
(Tim Kontributor Majalengka)


















