Keberhasilan menjuarai PFL 2 menjadi pintu masuk Proton FC menuju level yang lebih tinggi. Bayu mengaku bangga dan antusias setelah manajemen menyampaikan rencana tim untuk tampil di Liga 1.
“Kami sangat bangga dan antusias. Tapi kemenangan di PFL 2 bukan berarti kami boleh berleha-leha. Ini justru menjadi tantangan baru karena Liga 1 dihuni pemain-pemain terbaik Indonesia,” tegasnya.
Bayu menilai Proton FC harus meningkatkan persiapan, baik dari segi mental, fisik, maupun strategi agar mampu bersaing di kasta tertinggi futsal nasional.
“Kami harus mempersiapkan diri lebih baik lagi. Semoga Proton FC bisa berbicara lebih banyak di Liga 1 dan memberikan kebanggaan untuk masyarakat Kuningan,” harapnya.
“Apresiasi untuk Sosok di Balik Perjuangan Proton FC.”
Bayu juga menyampaikan penghargaan khusus kepada pemilik klub, Toni, bersama Bu Indah yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada tim.
“Pak Toni menurut saya adalah orang terbaik saat ini, begitu juga Bu Indah. Semoga selalu diberikan rezeki dan kesehatan. Kasih sayang serta perhatian mereka kepada Proton FC membuat kami selalu termotivasi untuk memberikan yang terbaik,” ucap Bayu.
Bagi Bayu, gelar juara PFL 2 bukan hanya sebuah trofi, tetapi simbol perjuangan, kebersamaan, dan harapan baru bagi Proton FC serta masyarakat Kuningan.
Kini, dengan semangat baru, Proton FC siap menulis babak berikutnya: berjuang di Liga 1 dan membawa nama Kuningan semakin dikenal di panggung futsal nasional.(Heryanto)


















