Menurutnya, kolaborasi BEM UBHI dan GMNI Kuningan merupakan bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa yang harus terus diperkuat.
“Pengabdian bukan sekadar menjalankan agenda kegiatan. Yang lebih penting adalah bagaimana keberadaan mahasiswa bisa memberikan kebermanfaatan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkap Aisyah.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat bukan sekadar objek kegiatan, melainkan mitra yang harus didengar, dihargai, dan dilibatkan dalam setiap proses pengabdian.
Aisyah menilai idealisme mahasiswa tidak cukup hanya disampaikan melalui diskusi maupun pidato, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Mahasiswa tidak boleh berhenti sebagai penonton yang pandai mengomentari keadaan. Kita harus menjadi bagian dari kekuatan yang bekerja, mengabdi dan mengambil tanggung jawab atas realitas sosial,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, BEM UBHI dan GMNI Kuningan berharap sinergi mahasiswa dengan masyarakat dapat terus berkembang, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga melalui berbagai program sosial lainnya.
Kehadiran mahasiswa di Desa Windujanten menjadi bukti bahwa gerakan mahasiswa tidak hanya berkutat pada ruang akademik, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran, kepedulian, dan perubahan sosial di tengah masyarakat.(Heryanto)

















