Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Elon Carlan, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat silaturahmi dan membangun semangat baru di lingkungan pendidikan.
Menurut Elon, nilai-nilai Ramadan harus tetap hidup dalam aktivitas dan pengabdian sehari-hari, terutama dalam membangun budaya kerja yang harmonis, kolaboratif, dan penuh kebermanfaatan.
“Yang terpenting dari Idulfitri dan halal bihalal adalah maknanya, yakni mempererat silaturahmi, saling berbagi, dan menebar kebermanfaatan. Mudah-mudahan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan, kita semua kembali ke aktivitas dengan membawa hikmah Ramadan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Elon Carlan.
Ia menilai, semangat kebersamaan yang tumbuh melalui halal bihalal perlu terus dijaga sebagai modal penting untuk memperkuat sinergi, soliditas, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Kegiatan yang mengusung tema “Menjalin Harmoni di Hari Fitri, Mengiringi Langkah ke Tanah Suci dan Melanjutkan Amanah dalam Dedikasi” itu juga dirangkaikan dengan walimatul safar haji serta ramah tamah alih tugas pejabat di bidang pembinaan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. H. Uu Kusmana, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, jajaran pejabat Disdikbud, para kepala SMP, serta pengurus MKKS SMP se-Kabupaten Kuningan.
Sementara itu, Ketua MKKS SMP Kabupaten Kuningan, Dadang Kusdiana, menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal merupakan agenda tahunan yang bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat soliditas dan kebersamaan antar kepala sekolah.
Suasana kegiatan berlangsung hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan, menjadi cerminan kuatnya sinergi antarinsan pendidikan dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Kuningan.(Heryanto)


















