“Saya titip, ketika saya tanya di AZKO, karyawannya dari mana? Ternyata 80 persen adalah anak-anak Kuningan. Ini membuktikan bahwa putra-putri Kuningan mampu bersaing,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Bupati Dian menambahkan, kualitas sumber daya manusia Kuningan menjadi salah satu daya tarik bagi investor. Ia mengungkapkan pengalaman dialognya dengan salah satu pimpinan perusahaan asing yang menilai produktivitas tenaga kerja Kuningan sangat baik.
Menurutnya, meski tingkat upah di Kuningan berbeda dengan daerah industri besar seperti Bekasi, produktivitas dan kedisiplinan pekerja Kuningan dinilai mampu bersaing bahkan lebih tinggi.
“Dari pengalaman perusahaan tersebut, produktivitas pekerja di Kuningan bisa mencapai 20 sampai 30 persen lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Ini menjadi modal besar bagi Kuningan untuk menarik investor,” jelasnya.
Bupati Dian mengatakan, ketertarikan investor dari berbagai negara, termasuk dan , menunjukkan bahwa Kuningan memiliki potensi besar sebagai daerah tujuan investasi.
“Insyaallah Kuningan kondusif. Kita sedang memetakan zona industri ramah lingkungan yang akan didorong dari wilayah Kuningan bagian timur,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjutnya, tengah menyiapkan kawasan industri dengan luas sekitar 1.500 hektare sebagai tahap awal, ditambah cadangan sekitar 300 hektare, sehingga total potensi pengembangan mencapai hampir 2.000 hektare.
“Kita ingin Kuningan ke depan memiliki kawasan ekonomi yang maju, ramah lingkungan, dan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” pungkas Bupati Dian.(Heryanto)


















