“Alhamdulillah bantuan terus mengalir. Target kami tahun ini sekitar 2.000 unit rumah tidak layak huni dapat diselesaikan secara bertahap. Tahun depan jumlahnya akan kembali kami tingkatkan,” katanya.
Menurut Dian, persoalan Rutilahu tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kepedulian dan gotong royong seluruh elemen masyarakat agar semakin banyak warga kurang mampu yang dapat merasakan hunian yang layak.
“Rutilahu adalah pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah memiliki keterbatasan, sehingga kami mengajak tokoh masyarakat, para dermawan, dan warga yang memiliki rezeki lebih untuk ikut membantu. Tidak perlu jauh-jauh, cukup mulai dari lingkungan sekitar karena masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, semangat kolaborasi menjadi kunci dalam mengurangi angka rumah tidak layak huni di Kabupaten Kuningan. Ia berharap kepedulian masyarakat terus tumbuh sehingga upaya meningkatkan kesejahteraan warga dapat berjalan lebih cepat dan merata.(Heryanto)


















