Menanggapi hal itu, Bupati Dian mengatakan, Tarling juga merupakan ruang mendengar dan merasakan langsung kondisi masyarakat. Ia menyebut Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat harmoni antara kebijakan dan kebutuhan warga.
“Tarling ini adalah perjalanan batiniah untuk mendekatkan pemimpin dengan rakyatnya, mendekatkan kebijakan dengan kenyataan di lapangan, serta mendekatkan pembangunan dengan nilai-nilai keimanan,” katanya.
Ia kembali menekankan bahwa arah pembangunan Kuningan dimulai dari desa. Desa yang mandiri dan kuat akan mempercepat kemajuan kabupaten secara keseluruhan.
“Desanya maju, kabupaten maju. Desanya tidak maju, Kuningan tidak maju. Maka membangun harus dimulai dari desa,” tegasnya.
“Sebelum Lebaran sudah ada perbaikan jalan di 120 ruas. Memang membangun tidak semudah membalikkan telapak tangan karena kondisi APBD kita terbatas. Tapi insyaallah kita selesaikan bersama, Selain itu, perlu mendapat perhatian bersama terkait pengelolaan sampah dan lingkungan,” ungkapnya. (HER/IKP)


















