ELTV SATU | KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melaksanakan pelantikan, rotasi, dan mutasi jabatan terhadap 150 pejabat administrator (Eselon III) pada Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan ini digelar di Aula Kebun Raya Kuningan dan dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengawali dengan ungkapan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia menyampaikan bahwa pelantikan dan rotasi-mutasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting dalam meneguhkan komitmen, amanah, serta tanggung jawab birokrasi ke depan.
“Pelantikan hari ini bukan tujuan akhir, melainkan titik awal pengabdian. Jabatan administrator adalah ruang pengabdian, tempat Saudara diuji oleh kualitas keputusan dan keberpihakan kepada kepentingan publik,” tegas Bupati.
Bupati menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi terhadap 150 pejabat eselon III tersebut telah dilakukan secara sangat hati-hati, mengacu pada regulasi yang berlaku serta menjunjung tinggi prinsip meritokrasi. Penempatan jabatan dilakukan berdasarkan profesionalisme, kelayakan, rekam jejak, dan kinerja, bukan atas pertimbangan lain.
“Jabatan tidak diraih secara instan, tetapi melalui tanggung jawab dan rekam jejak kinerja. Ini adalah hasil kajian mendalam dari tim Baperjakat yang telah melalui beberapa tahapan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh proses telah mendapatkan rekomendasi Gubernur, kajian dari Inspektorat Provinsi, serta pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pemilihan Kebun Raya Kuningan sebagai lokasi pelantikan, menurut Bupati, memiliki makna filosofis. Alam yang lestari menjadi pengingat pentingnya keseimbangan, kesabaran, dan tanggung jawab terhadap generasi mendatang dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Di tengah pepohonan yang tumbuh perlahan, kita diingatkan bahwa membangun tidak boleh tergesa-gesa. Kemajuan tidak boleh mengorbankan keberlanjutan,” ujarnya.
Bupati menegaskan kembali komitmen Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi, sejalan dengan visi Kuningan Lestari yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan memastikan manfaat jangka panjang bagi anak cucu.
Lebih lanjut, ia menekankan peran strategis pejabat administrator sebagai jembatan antara kebijakan dan rakyat. Menurutnya, kinerja birokrasi tidak diukur dari tebalnya laporan atau retorika semata, melainkan dari kecepatan, ketepatan, dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.
“Jika jembatan antara kebijakan dan masyarakat ini rapuh, kepercayaan publik akan runtuh. Namun jika dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan etos kerja, maka pembangunan akan berjalan dengan baik,” katanya.
Ia menutup sambutan dengan mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk membantu Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan Kuningan yang melesat, adil, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan daerah bukan hanya tentang gedung dan jalan, tetapi tentang rasa keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Rotasi dan mutasi 150 pejabat eselon III ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas birokrasi serta memperkuat kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. (HERYANTO)


















