Dalam amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, ditegaskan bahwa peringatan Hari Bela Negara bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali semangat patriotisme dan persatuan bangsa. Bela negara di era modern mencakup kesiapsiagaan menghadapi ancaman nonmiliter seperti krisis energi, ancaman siber, disrupsi teknologi, hingga bencana alam.
Presiden juga mengingatkan pentingnya meneladani sejarah perjuangan bangsa, termasuk peran Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia melalui pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 1948.
Usai upacara, acara dilanjutkan dengan ramah tamah, dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Saat ditemui usai kegiatan, Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu menyampaikan bahwa peringatan Hari Bela Negara menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat cinta tanah air.
“Bela negara harus diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, hingga berkontribusi positif dalam pembangunan daerah. Dengan semangat kebersamaan, kita wujudkan Majalengka yang langkung sae serta Indonesia yang maju dan kuat,” ujarnya. (Pendim_0617/Vicky)


















