Untuk itu, Bupati mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah mengubah cara pandang dalam menjalankan pengabdian. Pemerintah tidak cukup hanya menghitung berapa banyak program yang telah dilaksanakan, tetapi harus melihat sejauh mana program tersebut memberikan perubahan terhadap kehidupan masyarakat.
“Jangan hanya bertanya, ‘Apa yang sudah kita kerjakan?’ Tetapi bertanyalah lebih dalam, ‘Apa yang berubah dalam kehidupan masyarakat karena pekerjaan kita?’” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari jumlah program, serapan anggaran, predikat maupun penghargaan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Jangan hanya menghitung berapa program yang selesai, hitung pula berapa keluarga yang menjadi lebih berdaya. Jangan hanya mengukur berapa anggaran yang terserap, hitunglah berapa persoalan masyarakat yang benar-benar terselesaikan,” tuturnya.
“Gotong Royong Jadi Kekuatan Bangsa.”
Pada momentum kemerdekaan tersebut, Bupati Dian juga mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya gotong royong sebagai kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai persoalan.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya dituntut untuk menunggu pemerintah menyelesaikan persoalan, tetapi juga harus berani menjadi bagian dari solusi.
“Mari kita jadikan gotong royong bukan sekadar kenangan masa lalu, tetapi teknologi sosial bangsa Indonesia untuk menghadapi masa depan,” katanya.
Ia memberikan sejumlah contoh sederhana. Ketika terdapat persoalan sampah, masyarakat tidak hanya mencari siapa yang membuangnya, tetapi bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Ketika terdapat kemiskinan, semua pihak harus membangun ekosistem agar masyarakat yang lemah memiliki jalan untuk bangkit.
Begitu pula ketika menghadapi pengangguran, masyarakat bersama pemerintah perlu menciptakan ruang usaha, keterampilan, inovasi dan kesempatan baru.
“Jika ada persoalan di tengah masyarakat, jangan buru-buru mencari siapa yang salah. Mari terlebih dahulu mencari apa yang bisa kita perbaiki,” ajaknya.
Bupati Dian menegaskan, 81 tahun Indonesia merdeka merupakan perjalanan panjang yang harus diisi dengan karya dan pengabdian. Bangsa yang besar, katanya, bukan hanya bangsa yang mampu menghitung usia kemerdekaannya, tetapi bangsa yang setiap generasinya mampu memberikan alasan baru mengapa kemerdekaan layak diperjuangkan dan dipertahankan.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Kuningan mengisi kemerdekaan dengan kerja yang jujur, pelayanan yang tulus, kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, ekonomi yang membuka kesempatan, pendidikan yang membuka masa depan serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Pemerintahan harus hadir bukan hanya ketika dipanggil, tetapi ketika masyarakat membutuhkan,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Bupati Dian mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat kemerdekaan agar terus menyala dalam kehidupan sehari-hari.
“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia! Dari Kuningan, kita rawat Indonesia. Dengan kerja, kita maknai kemerdekaan. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Kuningan Melesat! Merdeka!” pungkasnya.(Heryanto)


















