Pemilihan Masjid Al-Kautsar sebagai lokasi pusat kick-off Geber tingkat Kabupaten Kuningan tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Desa Kramatmulya, DKM, tokoh masyarakat dan warga setempat terhadap berbagai program KUA maupun Kemenag.
Kepala KUA Kecamatan Kramatmulya, Juhana, mengatakan Desa Kramatmulya mendapat kehormatan menjadi lokasi kick-off Geber tingkat Kabupaten Kuningan. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Kramatmulya dan DKM Masjid Al-Kautsar yang dinilainya sangat luar biasa.
“Alhamdulillah, dukungan dari Pak Kuwu dan DKM luar biasa untuk pelaksanaan acara Geber tingkat nasional ini. Dukungan masyarakat juga sangat luar biasa,” kata Juhana.
Ia menjelaskan, program bersih-bersih masjid dan musala di Kecamatan Kramatmulya terus berjalan. Dari target 40 titik, hingga saat ini sudah terealisasi di 28 titik, sedangkan 12 titik lainnya ditargetkan dapat diselesaikan hingga akhir tahun.
Menurut Juhana, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran KUA di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi pernikahan.
“Ini menjadi bagian dari upaya agar Kemenag benar-benar berdampak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selama ini mungkin ada yang mengira KUA hanya mengurus pernikahan, padahal banyak program lain yang bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Sebelum pelaksanaan Geber, KUA Kecamatan Kramatmulya juga telah beberapa kali melaksanakan kegiatan di Desa Kramatmulya, mulai dari fasilitasi wakaf, pengukuran arah kiblat hingga penomoran identitas masjid.
Juhana menilai konsistensi dukungan Pemerintah Desa dan DKM menjadi salah satu faktor yang membuat Masjid Al-Kautsar dipilih sebagai lokasi kick-off.
“Di sini kami sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan dan respons Pemerintah Desa maupun DKM sangat baik. Masyarakat juga antusias,” katanya.
Ia menegaskan, dipilihnya Desa Kramatmulya bukan berarti desa lain kurang memiliki kepedulian. Hampir seluruh desa di Kecamatan Kramatmulya, menurutnya, menunjukkan antusiasme yang sama dalam mendukung program-program KUA dan Kemenag.
“Kramatmulya dipilih karena lokasinya strategis, berada di pusat kecamatan dan aksesnya juga mudah. Tetapi semua desa sebenarnya antusias dan dukungannya luar biasa,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kramatmulya, H. Otong, bersama jajaran Pemerintah Desa turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Geber dan aksi penanaman pohon tersebut.
Kolaborasi antara Kemenag, KUA, pemerintah desa, DKM, MUI, PKK, tokoh agama dan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam memastikan program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Melalui rangkaian bersih-bersih masjid yang dilanjutkan dengan penanaman pohon, Geber di Kramatmulya diharapkan mampu melahirkan kesadaran baru: masjid harus bersih, lingkungan harus hijau, dan kepedulian terhadap alam menjadi bagian dari nilai keagamaan yang terus dijaga bersama.(Heryanto)


















