Begitu tendangan terakhir memastikan kemenangan, suasana lapangan langsung berubah menjadi lautan kegembiraan. Para pemain, ofisial, dan pendukung Kecamatan Darma berhamburan ke lapangan, saling berpelukan dan bersujud syukur merayakan keberhasilan yang diraih melalui perjuangan luar biasa.
Camat Darma, Denny Rosmayadi, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian timnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari evaluasi, kerja keras, kekompakan, dan doa seluruh tim.
“Alhamdulillah. Pada Porpemdes sebelumnya kami dua kali gugur di babak penyisihan. Setelah itu kami melakukan evaluasi dan hanya menargetkan bisa masuk empat besar. Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa dan ikhtiar Tim Dharma Berdaya,” ujarnya.
Ia menuturkan, perjalanan menuju gelar juara tidaklah mudah. Pada babak sebelumnya, Darma mampu membuat kejutan dengan menyingkirkan lawan kuat, sebelum akhirnya harus menghadapi Luragung yang merupakan juara bertahan.
“Saya tahu kekuatan Luragung. Mereka tim yang memiliki mental juara. Tapi kami selalu percaya bahwa bola itu bundar. Siapa pun bisa menang jika bekerja keras, tetap kompak, dan tidak pernah berhenti berdoa kepada Allah SWT,” kata Denny.
Menurutnya, ketenangan para pemain saat adu penalti menjadi penentu kemenangan. Pengalaman serta mental bertanding para eksekutor mampu mengantarkan Darma meraih gelar yang membanggakan.
“Alhamdulillah, akhirnya Darma Berdaya bisa menjadi juara. Ini kemenangan untuk seluruh masyarakat Kecamatan Darma. Terima kasih kepada seluruh pemain, ofisial, pendukung, panitia, dan rekan-rekan media yang telah menyukseskan Porpemdes III di Cilimus,” pungkasnya.
Keberhasilan ini menjadi catatan manis bagi Kecamatan Darma. Dari tim yang sebelumnya dua kali tersingkir di fase penyisihan, kini mereka berhasil menjelma menjadi kampiun Porpemdes III 2026, membuktikan bahwa semangat pantang menyerah, kerja sama, dan keyakinan mampu mengantarkan sebuah tim menuju puncak kejayaan.(Heryanto)


















