Menurut Nanin, proses verifikasi tersebut menjadi langkah penting dalam memastikan data kemiskinan yang valid dan berkelanjutan sehingga berbagai program bantuan sosial dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Tidak hanya fokus pada pemutakhiran data, SDM PKH juga aktif menjaring calon peserta Program Sekolah Rakyat. Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terbilang tinggi. Bahkan untuk jenjang SMP, jumlah pendaftar telah melampaui kuota yang tersedia.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap hadirnya akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nanin mengungkapkan bahwa para pendamping PKH juga terus mendorong akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu. Hingga saat ini, sebanyak 23 anak telah berhasil memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi secara gratis melalui kerja sama dengan sejumlah kampus.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Tatiek Ratna Mustika, menjelaskan bahwa SDM PKH di Kabupaten Kuningan berjumlah 127 orang yang terdiri atas satu ketua tim kabupaten, 32 ketua tim kecamatan, dan 94 pendamping sosial yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.
Tatiek juga menyampaikan bahwa Kabupaten Kuningan mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk membangun Sekolah Rakyat di Desa Cikandang, Kecamatan Luragung. Dari 6.475 calon siswa yang telah dijangkau, sebanyak 178 siswa menyatakan minat mengikuti program tersebut, sementara kuota awal yang tersedia baru sebanyak 90 siswa.
Tingginya minat masyarakat terhadap Program Sekolah Rakyat menjadi sinyal kuat bahwa pendidikan masih menjadi harapan utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pendamping sosial, dan masyarakat menjadi kunci agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.(Heryanto)


















