ELTV SATU ||| KUNINGAN — Menjelang datangnya Hari Raya Idulfitri, suasana haru mulai terasa di tengah masyarakat. Kumandang takbir yang segera menggema menjadi penanda bahwa bulan suci Ramadan yang penuh makna akan segera berakhir. Dalam momentum penuh kehangatan tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Rokhmat Ardiyan, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat dengan pesan yang sarat makna dan ketulusan.
Menurut Rokhmat Ardiyan, Idulfitri bukan sekadar perayaan tahunan. Lebih dari itu, Idulfitri merupakan perjalanan batin yang mengajak setiap manusia kembali kepada fitrahnya—kembali pada hati yang bersih, jiwa yang lapang, serta hubungan yang penuh kedamaian dengan sesama.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Setelah sebulan penuh menjalani Ramadan dengan kesabaran dan keikhlasan, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan mengembalikan kita pada fitrah yang suci,” ujar Rokhmat Ardiyan.
Ia menuturkan, Ramadan selalu meninggalkan banyak pelajaran berharga bagi setiap orang. Di bulan suci tersebut, manusia belajar menahan diri dari amarah, bersabar dalam berbagai keadaan, serta merasakan arti berbagi dengan sesama yang membutuhkan.
Bagi banyak orang, Ramadan juga menjadi bulan penuh renungan. Ada doa-doa yang dipanjatkan dengan harapan tulus, air mata yang jatuh dalam sujud panjang di malam hari, serta harapan-harapan yang disimpan dalam hati untuk kehidupan yang lebih baik.
“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap sesama. Ketika kita merasakan lapar dan dahaga saat berpuasa, kita belajar memahami bagaimana saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan menjalani hari-hari mereka,” tuturnya.
Ketika malam takbir tiba, lanjutnya, suasana sering kali membawa manusia pada kenangan dan perasaan yang sulit dijelaskan. Ada rasa syukur karena diberi kesempatan melewati Ramadan, namun juga ada rasa haru karena tidak semua orang yang pernah bersama kita di masa lalu masih bisa merayakan Idulfitri tahun ini.
“Setiap Idulfitri selalu mengingatkan kita pada banyak hal. Ada orang tua yang dulu menunggu kita pulang ke rumah, ada keluarga yang dulu duduk bersama menikmati hidangan sederhana di pagi hari raya, dan ada sahabat yang dulu berbagi tawa bersama. Sebagian dari mereka mungkin kini hanya tinggal kenangan yang kita kirimkan doa,” katanya.


















