Elina merinci dua penyebab utama:
1. Faktor Cuaca dan Sampah – Tingginya curah hujan mengakibatkan Sungai Cilutung meluap. Pompa produksi tersumbat karena sampah dan lumpur sehingga produksi harus dihentikan sementara.
2. Kebocoran Pipa – Kebocoran pada jaringan distribusi memungkinkan air tanah masuk ke pipa, membuat air yang sampai ke konsumen menjadi kotor.
“Sebagian air yang telah diproduksi memang ada yang lolos ke konsumen, namun kami menanganinya dengan pengurasan jaringan pipa dan instalasi pengolahan. Proses ini berdampak pada berkurangnya volume air yang didistribusikan,” jelas Elina. (VC)


















