Persiapan Masyarakat Jadi Kunci
Di sisi lain, keberhasilan program CKG juga sangat bergantung pada kesiapan masyarakat. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan sejumlah langkah yang perlu dilakukan sebelum mengikuti pemeriksaan.
Masyarakat diimbau untuk:
Mengunduh aplikasi SATUSEHAT Mobile dan melakukan pendaftaran
Mengisi biodata serta memilih jadwal pemeriksaan
Memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan aktif
Bagi peserta yang telah terdaftar, akan menerima notifikasi melalui WhatsApp untuk mengikuti pemeriksaan serta mengisi kuesioner skrining mandiri.
Khusus peserta usia 40 tahun ke atas, disarankan berpuasa selama 8–10 jam sebelum pemeriksaan, kecuali minum air putih. Lansia juga dianjurkan datang dengan pendamping.
Saat datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), masyarakat diminta membawa identitas diri seperti KTP atau Kartu Keluarga, serta dokumen pendukung lainnya sesuai kelompok usia.
Sementara itu, bagi masyarakat yang belum mendaftar atau belum mendapatkan notifikasi, pendaftaran tetap dapat dilakukan di FKTP dengan bantuan petugas, termasuk bagi yang tidak memiliki ponsel atau dokumen lengkap.
Skrining Sudah Mulai Berjalan
Agah menambahkan, pemeriksaan kesehatan sebenarnya telah mulai berjalan, khususnya untuk bayi baru lahir usia dua hari. Pada kelompok ini dilakukan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) serta deteksi dini gangguan kesehatan bawaan lainnya, termasuk gangguan jantung.
Untuk kelompok usia sekolah, pelaksanaan skrining akan segera diperluas seiring penguatan koordinasi dengan sektor pendidikan.
Melalui pelibatan lintas sektor dan kesiapan masyarakat, Dinas Kesehatan Kuningan berharap program skrining kesehatan gratis dapat menjangkau lebih banyak warga sekaligus memperkuat upaya deteksi dini berbagai masalah kesehatan sejak usia dini.
(Heryanto)


















