Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
NasionalNews

Fadli Zon Tekankan Revitalisasi Linggarjati dan Ruang Budaya Kuningan

33
×

Fadli Zon Tekankan Revitalisasi Linggarjati dan Ruang Budaya Kuningan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

Ia menjelaskan, perundingan tersebut dipimpin Perdana Menteri Sutan Sjahrir dari pihak Indonesia dan Prof. Wim Schermerhorn dari pihak Belanda, dengan Lord Killearn dari Inggris sebagai penengah. Dalam forum itu, hadir pula sejumlah tokoh nasional seperti Amir Sjarifuddin, A.K. Gani, Mohammad Roem, Susanto Tirtoprodjo, Ali Budiardjo, dan Johannes Leimena.
Fadli menegaskan, sejarah kemerdekaan Indonesia dibangun melalui dua jalur sekaligus, yakni perjuangan diplomasi dan perjuangan fisik.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

“Linggarjati adalah salah satu tonggak diplomasi bangsa. Karena itu, tempat ini harus diperkuat sebagai pusat edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menyatakan komitmen pemerintah untuk mendorong revitalisasi Rumah Sejarah Linggarjati, penguatan tata pamer museum, serta penambahan arsip, dokumen, dan surat kabar autentik dari masa perundingan. Selain itu, status rumah bersejarah tersebut juga didorong naik dari cagar budaya tingkat kabupaten menjadi cagar budaya nasional.
“Kita ingin tempat ini tidak hanya terawat secara fisik, tetapi juga hidup sebagai ruang pembelajaran sejarah bangsa,” kata Fadli.

Baca Juga :  Serka Nana Ajak Siswa SD IT Al Afiyah Cegah dan Tangani Kekerasan Sejak Dini

Dalam agenda yang sama, Fadli juga menyoroti besarnya potensi seni dan budaya Kuningan, mulai dari musik, sastra, karawitan, pedalangan, tari, hingga seni pertunjukan lainnya. Ia menilai, penguatan kebudayaan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian sejarah.
“Potensi budaya Kuningan sangat besar. Yang penting adalah bagaimana kita bersama-sama memajukannya melalui kolaborasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Diskominfo Majalengka Sediakan WiFi Gratis di 10 Titik Publik, Warga Sambut Positif

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap Linggarjati dan pengembangan kebudayaan daerah. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk berkolaborasi menjadikan kawasan Linggarjati sebagai destinasi edukasi sejarah yang lebih kuat dan modern.
“Linggarjati adalah magnet sejarah Kuningan. Kami siap bersinergi agar kawasan ini semakin bernilai bagi pendidikan, kebudayaan, dan kebanggaan nasional,” ujarnya.

Di sisi lain, seniman Kuningan Kang Oblet menyampaikan aspirasi terkait minimnya fasilitas kesenian di daerah. Ia menilai, Kuningan yang memiliki sejarah besar justru masih menghadapi keterbatasan ruang budaya yang representatif.
“Gedung kesenian di Kuningan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Bahkan selama ini para pelaku seni harus patungan untuk merawat fasilitas yang ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Gebyar PMBK 2025 dan Lomba Olahraga Tradisional Meriahkan Kecamatan Sindangwangi

Aspirasi itu juga mendapat perhatian dari anggota DPR RI H. Rokhmat Ardiyan, yang menilai penguatan sejarah dan budaya Kuningan harus diikuti dengan langkah konkret.
“Kuningan memiliki warisan sejarah dan budaya yang besar. Karena itu, revitalisasi Linggarjati dan pembangunan fasilitas kesenian yang layak harus menjadi bagian dari prioritas bersama,” katanya.

Kunjungan ini mempertegas komitmen kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Kuningan, serta para tokoh dan pegiat budaya untuk memperkuat identitas Kuningan sebagai daerah yang kaya sejarah, diplomasi, dan kebudayaan.(Heryanto)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin