Kapten Sarna menjelaskan, kobaran api pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap dan api membumbung tinggi dari bagian atap salah satu rumah. Tak butuh waktu lama, si jago merah dengan cepat merembet ke bangunan rumah di sebelahnya.
“Awal mula ada warga melihat api di atas rumah, kemudian merembet ke sebelah rumah. Seluruh bagian bangunan atas dan isi barang-barang di dalam rumah habis terbakar,” terangnya.
Mendapat laporan dari Kepala Desa Sangkanhurip, petugas Babinsa bersama Polsek, pihak Kecamatan Sindang, serta tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dibantu masyarakat setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemadaman.
Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis. Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 09.30 WIB setelah tim gabungan bahu-membahu menaklukkan kobaran api.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Akibat kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa (nihil). Kerugian materiil meliputi bangunan bagian atas serta barang-barang rumah tangga yang habis terbakar dengan total taksiran mencapai Rp 250 juta,” pungkas Kapten Sarna. (Pendim_0617/VC)

















