7.400 Relawan Berpotensi Jadi Kekuatan Sosial
Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, KH. Yusron Kholid, mengapresiasi inisiatif dua SPPG yang telah memulai gerakan tersebut. Ia berharap langkah ini menjadi pemantik bagi SPPG lainnya untuk membudayakan infak di lingkungan kerja masing-masing.
Menurut Yusron, gerakan ini bukan semata-mata tentang besaran uang yang terkumpul, melainkan membangun kebiasaan berbagi dan memperkuat solidaritas di antara para relawan.
Ia juga menjelaskan, apabila penghimpunan infak berkembang secara optimal, dana yang terkumpul akan diupayakan untuk mendukung program sosial, termasuk membantu keluarga relawan SPPG yang membutuhkan sesuai ketentuan dan mekanisme penyaluran Baznas.
Ramdan menyebut, saat ini terdapat 182 SPPG dengan sekitar 7.400 relawan di Kabupaten Kuningan. Jika seluruh relawan ikut berinfak secara konsisten, dana yang terhimpun berpotensi memberikan dampak signifikan bagi kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Bayangkan jika 182 SPPG dengan 7.400 relawan semuanya berinfak. Dampaknya tentu akan sangat luar biasa. Kami menyambut baik gerakan ini dan berharap SPPG lainnya ikut berpartisipasi,” kata Ramdan.
Gerakan SPPG Berinfak pun diharapkan berkembang menjadi gerakan kolektif yang menghubungkan aktivitas pelayanan pemenuhan gizi dengan kepedulian sosial.
Melalui langkah ini, Baznas Kuningan mendorong agar semangat berbagi tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi tumbuh sebagai budaya yang berkelanjutan. Sebab, dari infak yang disisihkan secara sukarela, terbuka peluang untuk memperkuat solidaritas dan menghadirkan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.(Heryanto)

















