“Momentum Tahun Baru 1448 Hijriah ini kami isi dengan kegiatan yang memberikan nilai positif, memperkuat silaturahmi, serta mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui perjalanan spiritual dan mengenang perjuangan para ulama,” ujar Ridho.
Menurutnya, perjalanan religi memiliki makna yang luas karena peserta tidak hanya berkunjung ke tempat bersejarah, tetapi juga belajar dari keteladanan para tokoh Islam dalam berdakwah, berjuang, dan membangun kehidupan masyarakat.
“Wisata religi ini mengajarkan banyak hal, mulai dari pentingnya ketulusan dalam berbuat, semangat berbagi, hingga bagaimana menjaga hubungan baik dengan sesama manusia,” katanya.
Ridho menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program bidang keagamaan Gerakan KITA yang secara rutin dilaksanakan. Selain wisata religi, komunitas tersebut juga mengadakan kegiatan Ngopi Perkara Iman (NGOPI) sebagai ruang diskusi keagamaan dan penguatan kebersamaan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan melibatkan lebih banyak masyarakat dari berbagai kalangan.
“Kami ingin kegiatan positif seperti ini bisa menjadi ruang bertemu, belajar, dan memperluas persaudaraan. Semakin banyak yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.
Bagi Gerakan KITA, perjalanan wisata religi ini bukan hanya tentang menempuh perjalanan panjang menuju makam para ulama, tetapi menjadi ikhtiar untuk menghidupkan semangat hijrah, memperkuat ukhuwah, serta mengambil hikmah dari perjuangan para pendahulu dalam membangun peradaban Islam.
Melalui kegiatan tersebut, Gerakan KITA berharap pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi awal untuk meningkatkan kepedulian sosial, mempererat persatuan, dan menghadirkan lebih banyak kebermanfaatan bagi masyarakat.(Heryanto)


















