Berbagai komoditas dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar, di antaranya beras premium Rp12.000 per kilogram dengan stok 3 ton, minyak goreng Rp15.500 per liter, gula pasir Rp15.500 per kilogram, tepung terigu Rp8.000 per kilogram, daging sapi Rp120.000 per kilogram, telur ayam Rp28.000 per kilogram, serta aneka cabai dan sayuran dengan harga terjangkau.
Bupati Kuningan dalam kesempatan tersebut mengapresiasi sinergitas yang terjalin antara kepolisian, pemerintah daerah, dan para distributor pangan.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli di tengah dinamika harga bahan pokok. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat,” ungkapnya.
Selain penjualan bahan pokok murah, Satgas Pangan juga melakukan pengawasan distribusi guna memastikan rantai pasok berjalan lancar dan tidak terjadi penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kapolres menambahkan, kegiatan serupa akan terus dimonitor dan dievaluasi secara berkala. “Kami akan melakukan monitoring rutin terhadap ketersediaan bahan pokok penting dan memastikan tidak ada distributor maupun pengecer yang memainkan harga. Operasi pasar akan terus kami lakukan secara terkoordinasi,” tegasnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Polres Kuningan bersama pemerintah daerah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas harga dan mendekatkan akses pangan berkualitas kepada masyarakat. (HER)


















