Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak menghilangkan peran penting guru. Keteladanan, empati, komunikasi dan nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi kekuatan utama pendidik.
“Teknologi boleh berkembang, tetapi humanisme dan sifat-sifat kemanusiaan tidak bisa digantikan oleh komputer,” ujarnya.
Pelatihan bertema “Membangun Pendidik yang Berkarakter, Komunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas” tersebut merupakan kolaborasi Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta dan PGRI Kabupaten Kuningan.
Ketua PGRI Kabupaten Kuningan Ida Suprida, S.Pd., M.M., menyampaikan pelatihan diikuti sekitar 150 kepala sekolah dan guru dari 32 cabang PGRI. Kegiatan dibagi dalam empat kelas untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan komunikatif.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas guru agar mampu menciptakan pembelajaran yang berkarakter, inovatif, kolaboratif dan inspiratif sesuai tuntutan zaman.(Heryanto)

















