Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia ini juga menegaskan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Sekretaris Jenderal PB JATMA Aswaja, Dr. (HC) A. Helmy Faishal Zaini, mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum memperkuat tradisi ulama serta merawat ukhuwah.
Ia mengatakan, JATMA Aswaja bukan hanya ruang spiritual, namun juga wadah pemberdayaan ekonomi umat.
“Kita menang dalam jumlah sebagai Muslim terbesar di dunia, tetapi kesejahteraan kita belum mencerminkan jumlah itu. JATMA Aswaja hadir untuk menghadirkan jalan rohani dan ekonomi yang lebih baik,” jelasnya.
Helmy juga menegaskan, ajaran thariqah mengedepankan prinsip tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil), sekaligus menolak ekstremisme.
Helmy berharap JATMA Aswaja ingin melahirkan generasi pengamal thariqah yang fasih berzikir, bijak memimpin, dan mampu menjaga bangsa dari polarisasi.
Ketua PW JATMA Aswaja Jawa Barat yang baru dilantik, KH. Anhar Heryadi, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat dakwah thariqah mu’tabarah, memperluas pembinaan umat, serta meningkatkan sinergi antarcabang.
Panitia pelaksana sekaligus Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi, KH. M. Zaenal Muhyidin, menyampaikan bahwa acara ini dihadiri lebih dari seribu jamaah dari berbagai daerah di Jawa Barat. Selain pelantikan dan tausyiah, kegiatan juga diisi dengan pembacaan Maulid Nabi dan doa bersama.
Acara ini juga dihadiri, Wakil Bupati Majalengka, Forkopimda. Sejumlah tokoh di antaranya KH. Ali Mas’adi, DR. KH. A. Syarkosi Subki, Prof. DR. KH. Eef Hidayat, KH. Syairozi Bilal, Habib Rofiq Akbar Basyaiban, KH. Dhiya Almaqdisi, KH. Maman Imanulhaq beserta jajaran Ketua Cabang Jatma Aswaja daerah Kabupaten/Kota di Jabar.
(Kontributor Majalengka)


















