Menurutnya, pemberian asupan gizi harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok agar manfaat intervensi dapat dirasakan secara lebih optimal.
“Kami mendorong agar pemberian asupan gizi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok, sehingga manfaatnya lebih optimal,” tambahnya.
Selain aspek gizi, Tuti juga menyampaikan pentingnya penguatan layanan kesehatan daerah, termasuk optimalisasi pemanfaatan fasilitas kesehatan serta peningkatan layanan spesialis agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani lebih cepat dan efektif.
Sementara itu, Kepala Bappeda Jabar, Dedi Mulyadi, dalam paparannya menekankan pentingnya penguatan pembiayaan kesehatan yang lebih seimbang, dengan mendorong upaya promotif dan preventif, bukan hanya berfokus pada layanan kuratif.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan program percepatan penurunan stunting di Jawa Barat.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan pentingnya konsistensi dan kolaborasi antardaerah dalam menjaga tren penurunan stunting.
“Kita harus terus fokus pada upaya pencegahan sejak dini dan memperkuat sinergi agar target penurunan stunting dapat tercapai secara optimal,” tegasnya.
Keikutsertaan aktif Pemkab Kuningan dalam forum evaluasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas pemerintah dalam menurunkan angka stunting, sekaligus mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas menuju Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Emas 2045.(HER/IKP)


















