Menurutnya, SSB Harata menjadi satu-satunya Sekolah Sepak Bola yang lolos ke Liga TopSkor Nasional, sementara peserta lain merupakan akademi sepak bola yang berada di bawah klub-klub profesional.
“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. Dari 32 provinsi yang tampil di putaran nasional, hampir seluruh peserta merupakan akademi sepak bola. Harata hadir sebagai SSB yang membawa nama Kabupaten Kuningan dan Jawa Barat. Kami mohon doa restu agar mampu memberikan prestasi terbaik,” katanya.
Pada putaran nasional nanti, Harata tergabung di Grup C bersama tim-tim kuat, di antaranya wakil Papua yang berada di bawah binaan Persipura Jayapura serta perwakilan dari Lampung dan Bengkulu.
Meski berada di grup yang berat, Fery tetap optimistis timnya mampu bersaing.
“Kami menargetkan minimal menembus delapan besar. Kami sadar persaingan sangat ketat, tetapi dengan kerja keras, disiplin, dan doa seluruh masyarakat Kuningan, kami optimistis bisa memberikan kejutan,” tegasnya.
Keberhasilan SSB Harata melaju ke Liga TopSkor Nasional menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Kuningan sekaligus membuktikan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di daerah mampu melahirkan talenta yang siap bersaing di level nasional. Dukungan seluruh masyarakat diharapkan menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk mengharumkan nama Kuningan di kancah sepak bola Indonesia.(Heryanto)


















