ELTV SATU || KUNINGAN – SSB Harata U-14 kembali mengharumkan nama Kabupaten Kuningan. Setelah tampil sebagai juara Liga TopSkor Regional Cirebon, tim berjuluk Harata itu resmi dilepas oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, untuk berlaga pada ajang Liga TopSkor National Championship 2026 di Kota Bogor, Jumat (24/7/2026), di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan.

Dalam laporannya, Manajer SSB Harata, Fery Alamsyah, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian luar biasa yang diraih anak-anak asuhnya. Selama enam bulan berkompetisi di Liga TopSkor Regional Cirebon yang diikuti 16 tim dari wilayah Ciayumajakuning dan Tegal, Harata berhasil keluar sebagai juara dengan torehan impresif, yakni 13 kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan, sehingga mengumpulkan 40 poin.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kuningan. Dari seluruh wakil Jawa Barat, hanya SSB Harata yang berhasil lolos ke putaran nasional. Apalagi peserta lainnya merupakan akademi sepak bola ternama dari berbagai provinsi. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kuningan mampu bersaing di level nasional,” ujar Fery.
Ia menjelaskan, pada putaran nasional Harata akan bersaing bersama 32 wakil provinsi dan tergabung di Grup C menghadapi tim-tim kuat, termasuk akademi yang berada di bawah naungan klub profesional.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis dengan target realistis menembus delapan besar nasional.
“Kami datang bukan sekadar menjadi peserta, tetapi membawa nama baik Kabupaten Kuningan. Anak-anak sudah berjuang luar biasa dan kami ingin mereka memperoleh pengalaman sekaligus prestasi terbaik,” katanya.
Fery juga mengapresiasi semangat gotong royong para orang tua dan seluruh keluarga besar SSB Harata dalam membiayai perjuangan tim. Menurutnya, delapan pemain yatim-piatu yang tergabung dalam skuad justru mampu menunjukkan kualitas dengan meraih predikat pemain terbaik maupun kiper terbaik di kompetisi regional.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas keberhasilan SSB Harata menembus kompetisi nasional. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.


















