Menurutnya, semangat “Rukun Sama Teman” mengajarkan bahwa kemerdekaan harus disertai tanggung jawab, toleransi, empati, dan sikap saling menghargai.
“Anak-anak bukan hanya penerus pembangunan, tetapi pemilik dan pewaris masa depan,” tegas Bupati Dian.
Dalam kegiatan tersebut juga diluncurkan Deklarasi Rukun Sama Teman dan inisiatif Kampung Rukun Sama Teman di Cigugur sebagai upaya menanamkan nilai persahabatan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman sejak dini.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Atip Latipulhayat turut mengajak anak-anak memahami bahwa setiap individu memiliki kecerdasan dan keistimewaan yang berbeda.
“Tidak ada anak yang bodoh. Semuanya cerdas, hanya berbeda bentuknya,” ujarnya.
Ia berharap anak-anak terus mengembangkan potensi masing-masing untuk menyongsong Indonesia Emas.
Kegiatan ditutup dengan semangat bersama “Anak Indonesia Hebat!” yang dijawab serentak oleh peserta, “Indonesia Kuat!”
Momentum di Cigugur diharapkan menjadi awal tumbuhnya generasi Kuningan yang toleran, kreatif, berkarakter, dan mampu menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia.(Heryanto)


















