Di tengah kerusakan yang terjadi, sekolah tersebut sebenarnya telah masuk dalam data program revitalisasi tahun 2026. Namun, hingga kini prosesnya belum berlanjut ke tahap bimbingan teknis (bimtek).
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan, Rizal Arif Gunawan, mengungkapkan bahwa SMPN 1 Luragung memang telah tercatat sebagai calon penerima program revitalisasi tahun ini.
“Untuk SMPN 1 Luragung, sebelumnya memang sudah masuk dalam data revitalisasi tahun ini. Namun, sampai sekarang belum ada panggilan untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek),” ungkap Rizal kepada Kuninganonline, Selasa (3/11/2026).
Kerusakan akibat cuaca ekstrem ini menambah urgensi penanganan sarana dan prasarana sekolah. Terlebih, bangunan yang terdampak merupakan ruang belajar yang setiap hari digunakan ratusan siswa untuk menuntut ilmu.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan peninjauan serta mengambil langkah konkret agar kerusakan tidak semakin parah. Perbaikan juga diperlukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.
Peristiwa tersebut menjadi peringatan bahwa cuaca ekstrem bukan hanya mengancam permukiman warga, tetapi juga fasilitas pendidikan. Penanganan cepat dan tepat menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga keselamatan warga sekolah serta menjamin keberlangsungan pendidikan.(Heryanto)

















