“Dalam kegiatan ini, teman-teman disabilitas bukan menjadi objek, tetapi menjadi subjek. Mereka kita libatkan secara langsung dalam rangkaian HUT Pemuda Pancasila,” ungkap Dimas.
Senada, Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kuningan, Maya Primayanti, menegaskan bahwa keterlibatan penyandang disabilitas merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kelima, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Maya menyampaikan, penyandang disabilitas memiliki hak yang setara dengan masyarakat lainnya. Karena itu, Srikandi Pemuda Pancasila berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang inklusif dan memberikan ruang bagi mereka untuk berpartisipasi.
“Ini merupakan dasar dari simbol Pancasila, yaitu sila kelima. Mereka ada dan kita ada untuk mereka. Ke depan, insyaallah kami akan terus melaksanakan kegiatan bersama teman-teman disabilitas, karena mereka juga memiliki hak yang setara dengan kita,” ujar Maya.
Ia berharap, semangat kebersamaan dan kesetaraan tersebut tidak hanya hadir dalam peringatan hari ulang tahun organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial Pemuda Pancasila dan Srikandi Pemuda Pancasila di Kabupaten Kuningan.
Melalui momentum HUT ke-67 Pemuda Pancasila dan HUT ke-43 Srikandi, organisasi ini diharapkan semakin memperkuat peran sosialnya serta menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas.(Heryanto)

















