“Melesat Ngatget Zaman” dimaknai sebagai dorongan agar Kabupaten Kuningan mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman, beradaptasi dengan kemajuan teknologi, terbuka terhadap modernisasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.
Namun, menurutnya, percepatan pembangunan tidak boleh membuat Kuningan kehilangan identitas.
Karena itu, semangat tersebut dipadukan dengan “Ngakar Kuat Purwadaksi”, yang menegaskan pentingnya menjaga akar sejarah, jati diri, kearifan lokal, nilai-nilai agama, serta tradisi Sunda Kuningan.
“Kita bergerak maju tanpa kehilangan kepribadian. Kita meraih dunia tanpa melupakan asal-usul keberadaan kita,” tegas Dian.
Ekonomi Kuningan Tumbuh Positif
Dalam pidatonya, Bupati juga memaparkan berbagai capaian pembangunan selama 2025 hingga pertengahan 2026.
Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan, DPRD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat serta seluruh elemen masyarakat.
Melalui implementasi 10 program unggulan dan visi Kuningan Melesat yang mencakup Maju, Empowering, Lestari, Agamis dan Tangguh, pemerintah daerah mencatat sejumlah perkembangan positif.
Salah satunya terlihat dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan yang mencapai 6,98 persen pada 2025.
Bupati juga menyampaikan bahwa pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Kuningan tercatat sebesar 10,42 persen, yang mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri.
Sementara itu, pada triwulan I 2026 dibandingkan dengan triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi Kuningan mencapai 7,01 persen. Angka tersebut disebut menjadi yang tertinggi di wilayah Ciayumajakuning dan berada di posisi kedua tertinggi di Jawa Barat.
“Ini menjadi bukti bahwa dengan kerja bersama, kolaborasi dan dukungan seluruh pihak, Kuningan mampu bergerak lebih cepat dan menunjukkan daya saing,” kata Dian.
Bupati menegaskan, berbagai capaian tersebut harus menjadi modal untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan ke depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur, kelestarian lingkungan serta penguatan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Kuningan.
“Usia 528 tahun bukan sekadar angka. Ini adalah momentum untuk melakukan refleksi atas apa yang telah kita capai sekaligus meneguhkan komitmen untuk melangkah lebih jauh menuju Kuningan yang maju, berdaya, lestari, agamis dan tangguh,” pungkasnya.(Heryanto)

















