“Insyaallah setelah Lebaran kita mulai ducting. Tujuannya agar estetika kota terjaga dan keselamatan masyarakat lebih baik,” katanya.
Sebagai percontohan, proyek ducting direncanakan di sejumlah koridor utama, mulai dari Bundaran Cijoho menuju pertigaan Cigadung, Gedung DPRD, Cirendang, hingga kawasan KIC. Jika berjalan baik, program akan diperluas ke wilayah lain, termasuk kawasan wisata.
Bupati juga menyoroti masih adanya pemasangan tiang dan kabel oleh operator tanpa izin. Di Kuningan tercatat sekitar 11 operator telekomunikasi.
“Banyak pemasangan tanpa izin. Kami keberatan, namun alhamdulillah Apjatel merespons cepat sehingga hari ini penertiban bisa dimulai,” ujarnya.
Ketua Korwil Apjatel Jawa Barat, Yudi Arinto Arifin, menjelaskan tahap awal dilakukan melalui proses pengelompokan dan perapihan kabel (grouping) kabel sebagai solusi jangka pendek. Selanjutnya akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Karena mendekati Lebaran dan ada potensi gangguan lalu lintas, pelaksanaan ducting menunggu arahan pemerintah daerah. Operator siap menjalankan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, ducting ( metode instalasi kabel Fiber Optik (FO) yang ditanam di bawah tanah dengan menggunakan pipa pelindung khusus) tidak menggunakan dana APBD. Seluruh pembiayaan dilakukan secara gotong royong oleh para operator telekomunikasi.
“Ini mandiri, istilahnya rereongan. Sudah ada contoh sukses di Bandung dan Subang, dan sekarang kami hadir di Kuningan,” jelas Yudi. (HER)


















