Menurutnya, ada tiga pilar kepemimpinan yang ia pegang, yakni designer leadership, yaitu pemimpin yang memiliki wawasan dan visi masa depan; teacher, pemimpin yang mampu menjadi guru dan memberi teladan; serta servant, pemimpin yang hadir untuk melayani masyarakat.
“Saya menganggap Bapak Bupati sebagai guru saya. Dari tiga prinsip kepemimpinan itulah saya berusaha menjalankan amanah sebagai kepala desa,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Otong juga memaparkan visi pembangunan desa yang diusungnya, yakni “Kramatmulya Mesti Lebih Baik.” Ia menegaskan bahwa desa yang dipimpinnya tidak ingin sekadar meniru konsep pembangunan desa lain, tetapi berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki sendiri.
Salah satu potensi utama desa tersebut adalah Pasar Desa Kramatmulya yang memiliki sekitar 300 kios. Dari pengelolaan pasar desa tersebut, dalam tiga tahun terakhir Pendapatan Asli Desa (PAD) tercatat mencapai sekitar Rp2,4 miliar.
Pendapatan tersebut, lanjutnya, disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang disepakati dalam musyawarah desa, di antaranya bantuan bagi 1.400 kepala keluarga, santunan untuk 59 anak yatim piatu, dukungan bagi 40 guru ngaji, bantuan sarana peribadatan, hingga insentif bagi petugas kebersihan dan tenaga kesehatan desa.
Pada momentum Ramadhan Berbagi tahun ini, Desa Kramatmulya mengusung tema “Mewujudkan Cinta dengan Memberi dan Berbagi.”
Ke depan, Pemerintah Desa Kramatmulya juga berencana mengembangkan Pasar Kramatmulya agar lebih nyaman dan menarik bagi masyarakat, termasuk dengan menyiapkan fasilitas ramah anak dan ruang terbuka bagi keluarga yang datang berbelanja.
“Kami berharap Pasar Kramatmulya tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat yang nyaman dan bermanfaat bagi semua,” pungkasnya. (HERYANTO)


















