“Untuk gelombang pertama dan kedua sudah terlaksana dengan total 200 peserta, masing-masing 100 orang. Sementara gelombang ketiga direncanakan pada triwulan ketiga tahun ini,” jelasnya.
Selain itu, Toni juga menyinggung kesiapan daerah dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait penyediaan bahan pangan dari pelaku usaha lokal. Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam pemenuhan standar produk olahan susu.
“Saat ini kendala utama ada pada teknologi, seperti belum tersedianya alat pasteurisasi dan fasilitas penyimpanan yang memadai untuk konsumsi langsung,” ungkapnya.
Ia menambahkan, salah satu koperasi susu di Kuningan, KSP Karya Nugraha, direncanakan akan mulai menghadirkan alat pasteurisasi pada Juni mendatang. Selama ini, susu dari peternak langsung dikirim ke pabrik di Bandung tanpa proses pengolahan lanjutan sesuai standar MBG.
Dengan berbagai langkah tersebut, Diskopdagperin optimistis penguatan kapasitas UMKM di Kabupaten Kuningan dapat berjalan lebih terstruktur dan mampu menjawab tantangan pasar, sekaligus mendukung program-program strategis pemerintah.(Heryanto)


















