Ia menjelaskan, sesuai arahan Bupati Kuningan, salah satu tujuan utama Program MBG adalah membantu menurunkan angka stunting. Oleh sebab itu, pola pemberian makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok penerima.
Ke depan, Satgas MBG akan memberikan arahan kepada seluruh dapur SPPG agar tidak lagi menyajikan menu yang seragam. Menu untuk siswa sekolah akan dibedakan dengan menu bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta kelompok penerima manfaat lainnya yang membutuhkan asupan gizi khusus.
“Setiap kelompok memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Karena itu menu untuk peserta didik tidak bisa disamakan dengan menu bagi ibu hamil, ibu menyusui maupun balita. Penyesuaian inilah yang akan menjadi fokus evaluasi kami,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap melalui evaluasi tersebut kualitas Program MBG semakin meningkat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi generasi masa depan.(Heryanto)


















