“Pelatihan SDM harus terarah, mulai dari manajemen keuangan, pemasaran hingga pendampingan usaha. Arahan Gubernur ini harus menjadi momentum bagi Pemkab Kuningan untuk lebih aktif mengambil peran,” tegasnya.
Menurut Yopi, potensi UMKM di Kuningan sangat besar, namun masih membutuhkan penguatan sumber daya manusia. Pendampingan juga tidak bisa dilakukan secara seragam, melainkan harus disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing sektor usaha.
Ia meyakini Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memiliki perhatian terhadap perkembangan UMKM. Karena itu, Pusaka Kuningan menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat pelaku usaha di daerah.
“Kami yakin Pak Bupati Dian Rachmat Yanuar sangat peduli terhadap UMKM Kuningan. Pusaka Kuningan siap berkolaborasi dan menjadi mitra strategis Pemkab dalam membina para pelaku UMKM,” ujarnya.
Yopi menegaskan, sinergi antara Pemprov Jawa Barat, Pemkab Kuningan, organisasi pengusaha dan komunitas UMKM harus diarahkan pada program yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha di tingkat bawah.
Sebab, penguatan UMKM bukan semata mengejar kenaikan omzet dan perluasan pasar. Yang lebih penting adalah membangun pelaku usaha yang mampu mengelola keuangan, menjaga keberlangsungan bisnis, serta berkembang secara mandiri.
“Target akhirnya bukan sekadar usaha tetap berjalan, tetapi bagaimana pengusaha kecil semakin kuat, mampu mengelola usahanya dengan baik dan naik kelas. Untuk itu, kolaborasi pemerintah dan pelaku UMKM sangat dibutuhkan,” pungkas Yopi.(Heryanto)

















