Scroll ke bawah
banner 325x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
NewsPendidikan

Ketua K3S Kuningan Meradang Penyedia LKS Selaku Ketua PGRI Mangkir, Kepala Sekolah Merasa Dijadikan Korban

26
×

Ketua K3S Kuningan Meradang Penyedia LKS Selaku Ketua PGRI Mangkir, Kepala Sekolah Merasa Dijadikan Korban

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Audensi soal polemik Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digelar LSM Masyarakat Peduli Kuningan (MPK) bersama Dinas Pendidikan dan Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu (11/2/2026), justru memunculkan kegaduhan baru. Ketua K3S Kabupaten Kuningan, Syarif Hidayat, terang-terangan menyayangkan ketidakhadiran pihak penyedia LKS yang juga disebut-sebut sebagai Ketua PGRI.

Menurut Syarif, persoalan LKS tak akan pernah tuntas jika pihak penyedia barang terus mangkir dari forum resmi. Ia menegaskan, selama ini justru kepala sekolah dan K3S yang selalu menjadi sasaran, sementara pengambil kebijakan seolah tak tersentuh.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

“Saya sangat sepakat, persoalan ini tidak akan selesai kalau penyedia barang tidak dihadirkan. Jangan kami terus yang dijadikan korban,” tegas Syarif.

Baca Juga :  Dandim Majalengka Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-80 RI di Taman Makam Pahlawan Sawala

Syarif mengaku baru menjabat sebagai Ketua K3S sejak Oktober lalu. Sejak awal, ia berharap ada forum keterbukaan agar persoalan ini bisa dibuka seterang-terangnya. Namun realitas di lapangan, kata dia, justru membuatnya merasa “dijongklokeun” alias didorong masuk ke dalam masalah.

Ia juga menanggapi soal beredarnya surat pernyataan pakta integritas yang disebut-sebut melibatkan K3S dan sekolah dengan orang tua siswa. Syarif memastikan akan melakukan verifikasi internal.

Baca Juga :  Diduga TPT Bermasalah dan Kades Sunia Jarang Ngantor, Inspektorat Majalengka Akan Turun Tangan

“Kalau memang ada, pasti ketahuan. Kami punya grup komunikasi para Ketua K3S. Saya tidak berani bersumpah atas nama Allah. Kalau benar itu dari saya, biarlah rezeki saya dicabut. Faktanya, saya sendiri bingung, sebenarnya kami ini berjalan di posisi yang mana,” ujarnya.

Syarif mengungkapkan, ketika ada edaran dari Dinas Pendidikan yang melarang, dirinya bersama Korwil Cilimus langsung mengambil sikap tegas.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin