Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U Kusmana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis karena penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak.
“Masalah stunting masih menjadi perhatian kita bersama. Perlu ada gerakan nyata dan kolaborasi berbagai pihak, tidak cukup hanya dari pemerintah daerah saja. Karena itu kita mengajak pihak swasta, BUMN, dan BUMD untuk bersama-sama menuntaskan salah satu persoalan penting ini,” ungkapnya.
Ia menegaskan, selain stunting, Kabupaten Kuningan juga masih menghadapi tantangan lain seperti kemiskinan dan pengangguran yang membutuhkan aksi bersama dari seluruh elemen.
Menurutnya, angka kemiskinan Kabupaten Kuningan memang mengalami penurunan, namun masih perlu terus ditekan karena masih berada di atas rata-rata nasional maupun provinsi. Begitu pula dengan tingkat pengangguran yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Harapan Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati ke depan, berbagai persoalan seperti kemiskinan, pengangguran, dan stunting dapat terus mengalami penurunan. Tentunya harus ada inovasi, kolaborasi, dan aksi nyata dari seluruh pihak, terutama perangkat daerah pengampu,” ujarnya.
Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap bantuan dan pendampingan dapat berjalan secara konsisten. Dukungan orang tua asuh akan diperkuat dengan pendampingan kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam pemberian makanan tambahan, pemantauan kesehatan, serta pengukuran tumbuh kembang anak.
Gerakan bersama ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju generasi Kuningan yang lebih sehat, berkualitas, dan terbebas dari ancaman stunting.(Heryanto)


















